Putih Abu-Abu

Mendengar kalimat ini, kita tentunya ingat akan sinetron remaja dari sebuah perusahaan televisi yang berjudul sama, teringat akan alur cerita percintaan dan persahabatan remaja yang tentunya dengan konflik-konflik yang selalu hadir ditengah-tengahnya, membuat kalimat “Putih Abu-Abu” dikenal ya seperti hal itu saja. Percintaan dan persahabatan doang.

Kallolo merasa tanggapan terhadap “putih abu-abu” tidak hanya pernyataan tersebut. Melainkan adalah masa dimana seorang remaja yang menuju kedewasaan dan tentunya pemikiran dewasa pula, pemikiran dewasa yang kallolo maksud bukan negatif loh, tapi pemikiran yang menempatkan atau menujukan pemikiran yang baik kepada hak yang baik pula. Ya, bisa disimpulkan bahwa pendapat dari kallolo ini sangat bertentangan dengan pernyataan paragraf pertama. Terkadang kallolo juga berfikir, “knapa ya? Tanggapan tentang Putih Abu-Abu itu di simpulkan seperti itu?” seharusnya pendapat kallololah yang harus menjadi pemikiran pertama akan hal ini. Tapi, itu hanya hayalan dan ego kallolo semata. Bagaimana pendapat pengunjung?

Tataroi adatta' :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s